Merokok dan Jantung: Serangan Jantung dan Stroke
Penyakit jantung dan stroke termasuk penyakit yang paling sering dikaitkan dengan merokok. Kerusakan pada pembuluh darah terjadi perlahan, sering tanpa gejala, sampai suatu saat menyebabkan sumbatan yang berbahaya.
Bagaimana rokok merusak pembuluh darah
Nikotin membuat pembuluh darah menyempit dan meningkatkan tekanan darah serta denyut jantung. Karbon monoksida mengikat hemoglobin sehingga oksigen yang dibawa darah berkurang.
Zat-zat dalam asap rokok juga merusak lapisan dalam pembuluh darah dan mempercepat penumpukan plak. Proses ini disebut aterosklerosis, dan merupakan dasar dari banyak serangan jantung dan stroke.
Risiko serangan jantung dan stroke
Perokok memiliki risiko serangan jantung yang jauh lebih tinggi dibanding bukan perokok. Risiko ini semakin besar bila merokok dikombinasikan dengan tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau diabetes.
Stroke juga lebih sering terjadi pada perokok, baik stroke sumbatan maupun stroke perdarahan. Sebagian stroke yang menyerang usia muda juga berkaitan dengan kebiasaan merokok.
Yang bisa dilakukan sekarang
Berhenti merokok adalah langkah paling efektif untuk menurunkan risiko jantung dan stroke. Risiko mulai turun dalam hitungan bulan, dan dalam beberapa tahun dapat mendekati risiko bukan perokok.
Periksakan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah secara berkala, terutama jika Anda sudah lama merokok. Diskusikan dengan dokter bila Anda memiliki faktor risiko lain.
Poin penting
- Nikotin dan karbon monoksida merusak pembuluh darah.
- Merokok mempercepat aterosklerosis.
- Risiko serangan jantung dan stroke menurun setelah berhenti.
- Kontrol tekanan darah dan kolesterol tetap penting.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah merokok meningkatkan risiko serangan jantung dengan cepat?
Ya. Setiap batang rokok dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung untuk sementara, dan pada orang berisiko tinggi hal ini dapat memicu masalah.
Apakah risiko jantung kembali normal setelah berhenti?
Risiko turun secara bertahap. Setelah beberapa tahun tanpa rokok, risiko penyakit jantung dapat turun jauh dibanding saat masih merokok.
Apakah olahraga cukup untuk mengimbangi merokok?
Tidak. Olahraga baik untuk jantung, tetapi tidak menghapus kerusakan yang disebabkan asap rokok.
Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan saran dokter.